INGATAN Part 1……

Sejak tadi mataku tak henti-hentinya menatap satu makhluk yang berada persis di taman di bawah pohon dekat air mancur, dia adalah sesosok gadis cantik dan imut yang dari raut muka dan pakaian yang ia kenakan kelihatan jelas sekali kalau ia bukan dari kalangan orang tidak punya, wajahnya yang halus dan bersih itu menampakkan bahwa setiap satu minggu sekali ia akan pergi ke salon untuk memanjakan diri dengan malakukan facial, perawatan wajah, luluran dan juga perawatan seluruh tubuh, dan di samping itu dia mengenakkan pakaian ELLE merk yang tidak di ragukan lagi harganya *selangit*, dari penampilannya itulah aku berkesimpulan bahwa gadis tersebut pasti hidup dengan sangat berkecukupan. Karna aku saja akan berfikir sebanyak-banyaknya kalau ingin membeli baju merk cardigan. “huh…..” desahku kemudian mengingat betapa berbedanya kami layaknya sang majikan dan pembantunya. Namun, aku tersadar kenapa aku membandingkan diriku dengan gadis tersebut, dan kenapa juga aku memperhatikannya dari tadi apa aku sudah gila, aku saja tidak mengenalnya bahkan baru melihatnya hari ini. Tapi entah kenapa penampilan dan wajahnya itu membuatku iri dan serasa ada magnet yang menarikku untuk terus memperhatikannya yang tetunya tanpa ia sadari.

sudah satu jam lebih anak perempuan itu tidak beranjak dari kesibukannya menggoreskan tinta pulpennya pada sebuah buku sambil sebentar-sebentar tersenyum, lalu mengernyitkan keningnya dan tersenyum lagi, yang tanpa sadar dengan sikap dan ekspresi mukanya itu membuat aku ikut terhanyut dalam mimik yang dia punya dan ikut tersenyum. Selang beberapa menit kemudian kulihat dia mengambil handphone yang tersimpan di saku celananya, lalu setelah beberapa menit dia mengobrol dengan orang yang menelponnya tadi, entah siapa mungkin orang tuanya atau mungkin pacarnya, pikirku karna saat dia berbicara melalui telpon aku lihat dia tersenyum bahagia, lalu dia beranjak dari tempat duduknya tadi yang di bawah pohon sambil merapikan buku dan pulpen yang tadi dia gunakkan entah untuk menulis atau menggambar.  Dan dengan setengah berlari dia pergi ke arah halte bis, kukira dia sedang menungu bis untuk pulang pikirku dari seberang tempat halte itu berada namun, selang setengah jam kemudian gadis itu belum beranjak juga padahal sudah ada dua bis yang telah melewati halte tersebut. Dari seberang aku terus saja memperhatikan gerak-gerik gadis tersebut yang dari tadi terus saja melihat jam tangan yang di gunakkannya  sambil menunjukan perasaan cemas, mungkin dia sedang menunggu seseorang pikirki lagi dan tak lama kemudian muncul sebuah sedan berwarna hitam yang berhenti tepat di hadapan gadis tersebut. Lalu gadis tersebut secara otomatis berdiri dan berjalan ke arah samping mobil tersebut. Sekilas kulihat ada seseorang duduk di kursi tempat mengemudi, dia laki-laki hanya saja aku tidak dapat melihat dengan jelas siapa laki-laki tersebut karna kaca mobilnya hanya turun setengah.

Lama kuperhatikan gadis dan orang yang berada di dalam mobil tersebut, dua-duanya terlibat pembicaraan yang sepertinya serius karna tidak ada suara tawa ataupun sekedar senyuman dari wajah gadis tersebut. Setelah beberapa lama berbicara pemuda yang berada di dalam mobil tersebut keluar. secara otomatis aku memperhatikan pemuda tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala tapi saat aku memperhatikan wajahnya aku seperti pernah melihatnya entah dimana yang jelas dia tampak tidak asing bagiku, lama aku memperhatikan wajahnya dengan sedikit berfikir tentang siapa dia, karna wajahnya benar-benar seperti pernah kulihat, lalu aku tersadar dari lamuanku dan aku terperanjat kaget karna pemuda tersebut sepertinya berjalan ke arahku dan meninggalkan gadis yang tadi kulihat di taman, dengan rasa tak percaya aku terus saja memperhatikan pemuda tersebut yang berusaha menyebrangi trotoar dan berjalan ke arahku, lalu saat aku sadar bahwa dia benar-benar berjalan ke arahku aku melangkahkan kakiku mencoba menghindar mungkin dia sadar kalau dari tadi aku memperhatikan dia dan gadis itu dari seberang. Namun aku terhenti karna ada yang menahan dan menarik tanganku sehingga aku menoleh ke belakang tepat berhadap-hadapan dengan muka pemuda tersebut mungkin hanya berjarak beberapa senti pikirku “lia….kau lia arista kan?” tanyanya kepadaku yang ku jawab dengan tatapan bingung campur khawatir “iya, maaf anda siapa ya “ aku menjawab dan dengan segera memalingkan wajahku ke arah jalan karna kurasa pemuda tersebut dapat dengan jelas melihat ekspresi yang tertera dengan jelas di wajahku ketika aku menjawab pertanyaanya.

“ah kau tidak ingat aku ya “ ucapnya lagi dengan sedikit nada kecewa kurasa karna aku mendengar desahan nafasnya “aku romi…romi indrabrata mantan tunanganmu..” jelasnya lagi dengan suara yang agak berat yang membuatku langsung menatapnya kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan olehnya aku pikir dia pasti salah mengira orang atau mungkin dia gila atau sedang mabuk karna aku sama sekali tidak mengenalnya melihatnya saja baru sekarang sama halnya dengan gadis yang tadi kulihat, tapi tadi aku jelas sekali mendengarnya dia bilang kalau aku adalah mantan tunangannya.

“ah aku lupa, maaf” katanya lagi sambil memandangku dengan perasaan khawatir “kau pasti lupa siapa aku mengingat kejadian yang dulu kita alami, bagaimana kalau kau ikut kami, aku akan menjelaskan semuanya supaya kau tidak bingung dan menganggapku gila tentunya “ucapnya seraya menunjuk mobil yang tadi di kendarainya dan menuntunku ke arah mobil tersebut, namun entah kenapa aku sama sekali tidak menolak untuk ikut bahkan gadis yang tadipun tidak keberatan saat ditanya oleh pemuda tersebut.

Selama perjalan aku hanya diam dan menundukkan kepala sambil sebentar-sebentar menatap pemuda dan gadis yang tadi mengajakku ikut bersama mereka. “ayo masuk” katanya sambil menarikku masuk. “amma pasti senang melihat kau datang kemari “ aku masih saja menurut dengan apa yang di inginkan pemuda itu, sepanjang perjalan ke dalam rumah itu aku kaget dan terkesima melihat betapa indah dan megahnya rumah itu, halamannya yang luas dan penataan taman juga pekarangan yang sangat elegan, pasti pemuda dan gadis itu bukan anak orang sembarangan pikirku dalam hati. Dari dalam rumah itu aku dapat memandang ke arah halaman depan yang tadi ku lewati tapi di sana aku melihat ada seorang perempuan cantik dan anggun berumur sekitar 45an mungkin karna aku tidak yakin apakah umurnya segitu. Dia dan pemuda tersebut berjalan ke arahku dan perempuan itu menatapku dengan tajam entah kenapa sepertinya aku tidak asing denga tatapannya tersebut dan akaupun tidak merasa takut dengan tatapan tajamnya itu malah aku merasa rindu sekali dengan tatapan itu dan tanpa sadar air mataku jatuh menetes entah kenapa aku malah menangis, bodoh pikirku kenapa aku menangis memangnya dia siapa kenal saja tidak lalu untuk apa menangis, lalu aku merasa kepalaku sakit sakit sekali dan entah kenapa tiba-tiba kesadaranku rasanya seperti menghilang.

BERSAMBUNG…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: