PIANOKU

“apa kau selalu seperti ini..?”ucapku sambil mengangukkan kepalaku ke arah piano yang ada di ruang tengah rumahnya itu, keadaan piano itu berantakan diatasnya terdapat beberapa botol dan juga gelas wine, dan di bagian  tuts piano tersebut berserakan kertas-kertas nada dan lirik-lirik lagu yang salah satunya adalah mozzart.

“apa kau suka music klasik” kataku lagi tidak mempedulikan tatapan curiganya kepadaku. “sejak kapan kau suka mabuk..??” sambungku lagi sambil membereskan kertas-kertas tersebut dan menaruhnya di rak buku samping piano itu berada.

“bukan urusanmu..??” sambarnya cepat-cepat mengambil botol minuman dan gelas yang akan aku bereskan.

“baiklah…aku hanya bertanya kok..” ucapku lagi sambil duduk di hadapan piano tersebut yang langsung di tatap dengan tatapan tidak suka olehnya.

“kalau aku jadi kau,,aku tidak akan menyentuh piano itu..”katanya sambil menaruh botol dan gelas tersebut ke meja bar kecil di sebelah kanan ruang tengah rumahnya seraya memperingatiku yang membuatku langsung menoleh ke arahnya.

“kenapa memangnya, kau marah ya…???” ah..pertanyaan bodoh kataku,,,tentu saja dia marah itukan piano kesayangannya dan karna piano itu juga dulu kakaknya meninggalkannya.

“iya, aku tidak suka siapapun menyentuhnya…termasuk kau ORANG ASING,,,”katanya kepadaku sambil menekankan kata orang asing dan menutup tuts piano yang tadi akan ku mainkan juga menyingkirkan tanganku dari tuts tersebut dengan kasar.

“hmmm….rupanya kau masih saja memikirkannya..!!” kataku sambil berusaha menyelidik bagaimana tanggapannya dengan omonganku tadi.

“siapa maksudmu..” sanggahnya cepat sambil terus memerhatikan aku, atau lebih tepatnya omonganku.

“siapa lagi kalau bukan…..???” kata-kataku tidak kuteruskan, karna dia telah berada tepat di depanku dan menatapku dengan tatapan tajam seakan-akan ada tulisan di matanya Aku_Akan_Membunuhmu_Kalau_Kau_Melanjutkan_Kata-katamu…melihat tatapan matanya itu membuatku merinding dan langsung mundur dua langkah sambil memalingkan wajahku dan berusaha menenangkan jantungku yang serasa mau copot tadi saat aku bertatapan dengannya.

“baiklah, aku tidak akan membahasnya…anggap saja aku tidak pernah ngomong apa-apa….!!” Lanjutku berusaha mencairkan ketegangan yang terjadi karna kata-kataku tadi.

“sebaiknya, kau kembali ke kamarmu…”

“kalau kau tidak ingin terjadi apa-apa denganmu…” lanjutnya dengan nada mengancam, yang membuatku langsung merinding dan terburu-buru menaiki tangga, kemudian masuk ke kamarku dan menguncinya.

“huhh….menyeramkan sekali sih dia???”gerutuku sesampainya di kamar dan menguncinya, kemudian aku merebahkan diri di atas kasurku sambil memikirkan kejadian tadi. Dan pikiranku melayang ke 7 tahun yang lalu. Saat hyun pria yang tadi mengobrol denganku di ruang tengah atau mungkin lebih tepatnya mengancamku mengingat kejadian tadi masih riang dan bercanda serta tertawa bersamaku dan kakaknya.

Aku dan hyun adalah teman semasa kecil. Keluarga kami sangat dekat bahkan ayahnya hyun mengangkat ayahku sebagai adiknya, dan kami sering sekali kumpul bersama sekedar untuk barbequan atau hanya menghabiskan masa weekend dengan mengobrol dan tertawa bersama, hyun mempunyai 1 orang kakak namanya lee min. ia adalah seorang pianist terkenal dan berbakat selain pianist terkena ia juga seorang siswa jenius di sekolahnya, sekolah elit khusus anak-anak orang kaya. “suatu hati aku akan mengalahkan lepopuleran kakak…” kata hyun dengan muka berbinar-binar kepada lee min, yang dibalas dengan usapan lembut ke kepala hyun. Namun, entah kenapa kakaknya hyun bertengkar hebat dengan ayahnya dan pergi dari rumah, tanpa berkata apapun kepada hyun. Dan kejadian itu meninggalkan luka yang dalam terhadap hyun, hyunpun tidak begitu saja terima akan kepergian kakaknya setiap harinya selama sebulan dan sepulang sekolah hyun akan duduk di teras depan rumahnya. Menunggu lee min pulang namun, lee min tetap tidak pulang selama 3 bulan hyun tetap menunggu. Sampai ia jatuh sakit, sakit yang sangat parah karna, hampir saja ia meninggal.

Setelah sembuh dari sakitnya hyun tidak lagi duduk di teras untuk menunggu lee min namun, dia menjadi pendiam dan menutup diri, dan diapun menjadi murung dan mudah marah. Pernah sekali dia menghajar seorang siswa kelas 3 padahal dia masih kelas 1. Sampai siswa tersebut harus di larikan ke rumah sakit dan di vonis koma selama setengah bulan dan kemudian meninggal, sejak kejadian itu seluruh siswa bahkan, guru-guru tidak ada yang berani mengganggu atau hanya saling bertegur sapa dengannya, bahkan mereka menganggap hyun tidak ada atau tidak bersekolah di sekolah tersebut. Orang tua hyun juga sangat terpukul dengan kelakuan anaknya itu pernah sekali ayahnya menghajarnya sampai ia berdarah-darah karna anak yang di pukulnya akhirnya meninggal. Namun, hyun sama sekali tidak peduli akan pukulan ayahnya bahkan kalau di lihat-lihat dia sama sekali tidak merasakan sakit. Orang tuanyapun sudah menyerah dengan kelakuan hyuh dan tidak mau ambil pusing. Yang tersisa hanya aku…iya, aku..selama 5 tahun ini aku selalu mendampinginya…yah…walaupun dia tidak mempedulikan aku sama sekali, dan teman-teman sekolahku yang melihat aku di perlakukan seperti itu hanya geleng-geleng kepala. Karna mereka sudah lelah juga menasehatiku agar jauh-jauh dari hyun.

Sekarang aku adalah tunangan hyun…kalian pasti heran kenapa aku bisa bertunangan dengannya….aku yang adalah seorang pengacara terkenal mau bertunangan dengan pemuda begajulan macam hyun…saat orang tua hyun melamarku agar menjadi menantu di keluarga mereka. Aku langsung mengiyakannya yang langsung di tatap dengan heran oleh kedua orang tuaku dan juga orang tua hyun. Namun, aku buru-buru menjawab “tenang mah…aku mencintainya…sangat mencintainya malah??” kataku seraya memeluk mamahku yang sedang manatap tak percaya dengan kesanggupanku juga khawatir dengan masa depanku nantinya…..

Setelah aku bertunangan dengan hyun aku di ijinkan tinggal bersama dengan keluarganya, karna kedua orang tuaku akan pergi ke Malaysia untuk mengurus bisnis disana yang sedang bermasalah dan juga menetap disana. Sebenarnya aku diajak atau lebih tepatnya di paksa ikut oleh kedua orang tuaku namun, aku menolak. Jadi aku di perbolehkan tinggal disini karna orang tuaku tidak mengijinkan aku tinggal sendiri. Selama aku di rumah ini. Aku selalu menggangu hyun, membangunkanya pagi-pagi sekali dan memaksanya untuk dinner bersamaku kalau-kalau kedua orang tuanya tidak pulang. Kedua orang tua hyun sangat sibuk sehingga hyun hanya sendiri tinggal di rumah ini atau hanya bersama para pembantunya kalau aku tidak ada.

Pernah sekali hyun marah padaku dan akan menamparku karna telah membuang semua alcohol yang berada di kulkas dalam kamarnya namun, entah kenapa ia menahan tangannya dan hanya mengepalkannya lalu memukulkan tangannya sendiri ke tembok….aku yang melihatnya memukulkan tanganya ke tembok dan mengeluarkan darah. dengan segera mengobatinya dan menangis di hadapannya.

“jangan…pernah memukulkan tanganmu lagi ke tembok…”isakku sambil mengobati tanganya yang terluka. Namun, ia tetap cuek dengan kata-kataku.

“kau boleh memukulku…..pukul saja aku…tapi…jangan sakiti dirimu lagi…???” pintaku lagi dengan setengah terisak. Lalu, dia dengan kasar menghempaskan tanganku…

“kau ini bawel….menyebalkan….dan cengeng..”katanya kepadaku sambil mendorongku keluar kamarnya. Dan menguncinya.

Setelah kejadian itu aku menjadi sangat hati-hati dalam melakukan apapun mengenai dirinya, bukan karna takut dia marah atau apa, aku hanya takut dia menyakiti dirinya lagi….karna melihatnya menyakiti dirinya sendiri membuatku lebih menderita.

Susah 6 bulan aku menjadi tunangannya. Namun, tidak ada yang berubah dengan sikapnya terhadapku. Malah semakin dingin dan tidak peduli….tapi, aku tidak pernah ada niat meninggalkannya ataupun putus dengannya…aku sangat mencintainya…aku mencintainya, aku mencintainya saat dia memainkan piano, saat dia mabuk, bahkan saat dia marah dan tidak mempedulikanku…tapi aku tetap mencintainya walaupun aku selalu di panggil orang asing olehnya. Namun, aku sangat menyayanginya karena dia adalah….

HYUN…..TUNANGANKU…..PIANOKU……MOZZARTKU…..dan…

HIDUPKU…………………………………………………………..

FIN….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: