tulisan bahasa indonesia

AIRA………..

Namaku adalah Aira, dan aku adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Aku mempunyai dua orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan, aku terlahir bukan dari keluarga yang utuh atau biasa di kenal dengan keluarga yang harmonis, ayah dan ibuku sudah lama bercerai tepatnya sejak aku masih berumur 8 tahun. Kata ayah perceraian itu di sebabkan oleh keegoisan ibuku yang tidak mau mengalah dengan nenekku, tapi menurutku itu adalah satu dari seribu alasan agar dia tidak di salahkan atas perceraian yang terjadi sehingga memisahkan aku dengan ibuku juga dengan kakak-kakakku….. Sedangkan nenekku, beliau adalah wanita hebat dan satu-satunya orang yang kutahu ada dalam hidupku dan menjadi sandaranku ketika kubutuh juga menjadi penghibur setiap dukaku, nenekku mempunyai usaha konveksi, beliau mempunyai perusahaan pakaian terkenal yang telah beliau rintis sejak aku masih dalam kandungan ……..

Dan kisahku berawal dari sini dari kota ini, kota baru dimana aku dan nenekku tinggal sekarang, kota yang bernama Sukabumi.

“Aira sayang kapan kamu akan membereskan barang-barang bawaanmu……kan sudah 2 hari kita tinggal disini “….tanya nenek dari kamarnya

“Iya ne, nanti akan aira rapikan semuanya, soalnya aira masih bingung mau milih kamar yang mana…..” jawabku dari dalam kamar kedua dekat tangga….dirumah ini ada 4 kamar….yang pertama adalah kamar utama yang nenek tempati tepat di depan ruang tamu, yang ke-2 berada persis di sebelah kamar nenek dimana nenek mau aku untuk menempatinya, biar kalo ada apa-apa bisa langsung panggil nenek katanya. Sedangkan kamar ke-3 adalah kamar dimana aku berada sekarang, kamar ini terletak di lantai dua rumah ini di lantai ini cuma ada 1 kamar dan pemandangan balkonnya begitu luar biasa indahnya karna begitu kita melihat keluar maka kita akan melihat pegunungan dan persawahan yang begitu asri, tapi ada satu masalah yaitu balkon ini berada tepat di samping balkon rumah sebelah yang hanya di batasi tembok setinggi betisku sedangkan tempuh dari kamar sebelah dengan kamar ini jaraknya cuma 1 meter, dan selama 2 hari aku tinggal di rumah ini aku belum pernah bertemu dengan penghuninya, dan kamar terakhir atau kamar ke-4 berada di belakang dekat dapur, kata nenek itu buat bi Darsi, pembantu yang akan tinggal disini nantinya.

“Aira ayo cepat…..biar nenek bantu kamu beres-beres….”kata nenek yang tiba-tiba sudah berada di belakangku.

“iya ne, tapi aira lagi bingung nih milih kamar yang mana, abis kamar ini pemandangannnya indah banget sih…..” jawabku sambil memeluk nenek… ”nenek tolong bantuin Aira buat milih ya….” pintaku

“Aira di kamar bawah aja ya sayang soalnya kamukan kalo malem-malem suka takut kalo tidur sendiri, jadi kalo kamu takut kamu tinggal pindah ke kamar nenek, masalah pemandangan kamukan bisa kapan aja kesini soalnya kamar inikan ga ada yang nempatin..” ucap nenek sambil memegang tanganku……

“ya udah deh…………” jawabku.

Setelah aku setuju untuk menempati kamar ke-2 yang berada tepat di sebelah nenek kami berduapun turun ke bawah lalu merapikan barang-barang yang berada di dalam koper yang sudah dua hari tidak terjamah ke dalam lemari dan juga menata semua buku-buku dan foto-foto yang ada dan membersihkan kamar tersebut, setelah selesai kami berdua sholat dzuhur berjamaah, lalu sorenya aku dan nenek duduk di halaman belakang sambil minum teh dan makan kue buatan nenek, dari dulu aku sangat menyukai kue buatan nenek apalagi saat lebaran, saat-saat dimana nenek harusnya bahagia karna kehadiran anaknya yaitu ayahku dan ketiga kakakku, tapi cuma ada aku yang manyalami nenek dan menanti kuenya……..

“Assalamualaikummmmm………………..” suara bel dari pintu depan berbunyi, bel di rumah ini adalah ucapan salam berbeda dengan bunyi bel biasanya tapi aku menyukainya…

“Aira tolong lihat siapa yang datang ya sayang……” seru nenek sambil meminum tehnya

“iya ne, sebentar aira lihat ke depan ya……………….” Jawabku seraya berdiri lalu berjalan kearah pintu depan, dan membukanya. Disana kulihat berdiri seorang laki-laki muda kira-kira seumuran denganku sedang membawa rantang makanan……

“selamat sore…” sapanya sambil tersenyum….” perkenalkan nama saya Ades, saya anak tetangga sebelah ” jawabnya sambil menjulurkan tangan mengajak berkenalan.

“sore….saya aira, ada perlu apa ya !” jawabku seraya membalas jabatan tangannya….

“ kamu tetangga baru disinikan, ini ada sedikit makanan sebagai ucapan selamat datang dari Mamih aku…..” ucapnya seraya menyodorkan rantang yang ia bawa…….

“oh….terima kasih ya….kamu mau masuk dulu ada nenekku di dalam…..” ucapku terburu-buru sambil menaruh rantang ke lantai saking beratnya, mungkin makanan buat se-kampung keluhku dalam hati…..

“kenapa ? berat ya… sini biar aku bantu bawain….oh iya maaf ya mamihku emang gitu kalo ada tetangga baru pasti buru-buru masak yang macem-macem, padahalkan orang lain belum tentu suka masakannya…” tanya ades seraya membantuku membawa rantang tersebut ke dapur

“siapa…a…aira sayang….” Teriak nenek dari halaman belakang….

“sebentar ya, aku ke nenekku dulu…oh iya taruh aja rantangnya di meja itu” ucapku seraya berjalan ke arah halaman belakang

“anaknya tetangga sebelah ne, namanya ades dia disuruh ibunya buat nganterin makanan buat kita katanya buat ngucapin selamat datang, sekarang dia lagi di dapur tuh lagi bawain rantangnya, oh iya rantangnya berat banget ne, aira aja sampe ga kuat nggangkatnya…….” Jawabku sambil duduk dan makan kue buatan nenek

“tetangga yang di sebelah mana aira…..” Tanya nenek sambil berjalan ke arah dapur

“aira ga tau ne !!……” jawabku seraya berteriak

“dasar anak ini orang ada tamu kok malah di tinggal…..” oceh nenek dari dalam rumah, dan tak lama kemudian nenek kembali sambil mengajak ades minum bersama kami………

“silahkan duduk nak, anggap aja rumah sendiri ga usah sungkan-sungkan………..” ucap nenek sambil memberiku isyarat untuk menyuruhku menemaninya ngobrol selama nenek membuatkan minuman untuknya…….

“silahkan dimakan kuenya, ini kue buatan nenek loh kamu pasti suka……” tawarku

“iya terimakasih…..oh iya kamu cuma berdua aja sama nenek kamu ?” tanyanya

“iya, cuma nenek dan aira saja yang tinggal disini……kalo ades tinggal sama siapa ?….trus rumahnya yang sebelah mana ? kok mamahnya ga sekalian di ajak kesini ? ” Tanyaku panjang dan lebar

“oooh…..ades tinggal sama mamah dan kakak, kakak ades juga laki-laki namanya rian dia kuliah di Bandung…sementara papah tinggal di Jakarta, soalnya beliau tugas disana dan setiap lebaran kami sekeluarga berkumpul di Jakarta buat nemenin papah…..mamah sekarang ga bisa ikut soalnya harus balik lagi ke bandung ngurusin kostannya k’rian, soalnyakan sekarang k’rian semester akhir jadi dia lagi cari kostan yang deket sama kampus biar ga susah-susah katanya, oh iya rumah ades yang balkonnya bersebelahan dengan balkon kamar atas rumah ini nek “ terang ades yang tanpa sadar membuatku terkejut

“tapi itu bukan kamar ades tapi kamarnya k’rian, oh iya nek udah sore nih ades pamit pulang dulu ya soalnya dirumah ga ada orang “ cerita ades panjang lebar yang di akhiri dengan berpamitan pulang.

Setelah ades berpamitan pulang, malemnya kami membicarakannya dan nenek memuji-mujinya katanya ades anaknya sopan dan baik, lalu nenek bertanya kepadaku bagaimana kesanku terhadapnya, lalu ku jawab dengan cuek lumayan baik buat orang yang baru kenalan, dan mendengar jawabanku yang terkesan cuek nenek hanya tersenyum, setengah jam kami mengobrol lalu tepat pukul 20.00 kamipun menyudahi pembicaraan dan pergi tidur. Paginya nenek dan aku sibuk mempersiapkan perlengkapan sekolahku, setelah itu nenek mengantarku ke sekolah, ini adalah hari pertamaku ke sekolah dan ini adalah hari pertamaku menjadi siswi SMU……Sesampainya di depan gerbang aku turun dan berpamitan kepada nenek, dan dengan berat hati aku melangkahkan kakiku menuju ke halaman sekolah..

”hufh ospek!!! hari-hari yang paling ku benci ketika pertama kali masuk sekolah adalah OSPEK, karna ospek bagiku adalah suatu kesalahan…“ eluhku dari dalam hati

“heh….kamu…………………” tiba-tiba ku dengar suara orang berteriak ke arahku, seketika aku menoleh kulihat siswa dengan seragam SMU sedang menghampiriku

“kamu anak barukan ngapain masih disini….udah telat masih enak-enakan aja disini….sini kamu ikut aku… ”dengan raut wajah galak dia menarikku ke arah lapangan, kulihat disana ada beberapa senior lain yang juga sedang melihat ke arahku….sementara di tengah-tengah lapangan kulihat siswa dan siswi lain sedang di hukum mungkin karna telat juga sepertiku, sesampainya di depan para senior aku di suruh memperkenalkan diri….

“nama saya aira kak..”ucapaku sambil menundukkan kepala

“siapa yang suruh kamu nunduk…emangnya di bawah ada uang……” bentak seorang senior perempuan kepadaku sehingga membuatku terperanjat dan di tertawakan oleh senior juga para junior-junior sepertiku…….

“nama saya aira kak….” Jelasku lagi

“aira….” Tiba-tiba ada yang memanggilku dan di saat aku menoleh kulihat ades sedang mendekatiku

“kamu sekolah disini…..” tanyanya lagi

“iya des…..kamu sekolah disini juga” tanyaku

“heh songong banget lo yach manggil ades ga pake sebutan kakak……” bentak senior perempuan tadi

“emangnya lo kenal sama dia des, kenal dimana “ tanya kakak tersebut kepada ades tapi dengan nada bicara yang lembut, berbeda sekali dengan saat ia bertanya kepadaku seperti majikan yang sedang mengomeli pembantunya…

“iya baru aja kemaren kenalan…..” jelas ades

“oh iya jangan keterlaluan ngerjain dia ya kasian…” pinta ades kepada para senior

“aira..” panggil ades

“iya des…..upppssss maaf!!! iya kak ades, ada apa?…..” jawabku kulihat kakak senior perempuan tadi melihatku sambil memelototkan matanya sehingga membuatku menundukkan kepala….

“ntar kalo mau pulang bilang sama aku dulu ya biar kita sama-sama pulangnya…”

pinta ades kepadaku sehingga membuat semua senior melihat ke arahku, mungkin mereka penasaran dengan jawabanku..

“oh ga usah kak aku di jemput nenek kok…..tapi terima kasih ya kak …” jawabku lalu aku segera menunduk lagi bukan karna aku takut melihat reaksi k’ades tapi karna aku takut melihat reaksi kakak senior perempuan itu……….

“ya sudah ga apa-apa kamu hati-hati ya kalo ada apa-apa kamu bisa minta tolong k’andri buat bantu kamu atau kamu panggil kakak aja, kakak ada di ruang sekretariat …” jelas k’ades seraya memperkenalkan k’andri, dia adalah kakak senior yang pertama kali membawaku ke sini.

“iya kak terimakasih “ jawabku…..

Setelah k’ades pergi aku habis-habisan di kerjain oleh senior wanita yang super galak yang sedari awal telah menindasku, dan seperti semenjak k’andri membawaku kehadapannya aku adalah sasaran empuk baginya……sementara kakak-kakak senior lain memintanya untuk tidak keterlaluan terhadapku, tapi sikapnya terhadapku malah semakin menjadi-jadi…….sampai tiba waktunya pulang…..aku sangat bersyukur akhirnya aku terbebas dari penyiksaan para buruh terutama aku………..setelah bel berbunyi aku segera berlari kearah pintu gerbang, aku takut bertemu dengan nenek sihir yang menyamar jadi senior itu pikirku dalam hati. Lalu aku menunggu nenek di depan gerbang, sudah sekitar satu jam aku berdiri disini tapi nenek belum juga dating, mungkin macet di jalan pikirku, dari kejauhan kudengar seseorang memanggilku saat aku menoleh kulihat k’ades dan para senior lainnya sedang berada di palataran parkir dan disana juga ada k’andri, sesaat kemudian k’andri menghampiriku dan menarikku ke arah tempat parkir, sejak tadi pagi ini sudah kedua kalinya kak andri menarikku dan memaksaku untuk mengikutinya..

“kakak tadi manggil aira ??” ucapku kepada k’ades sesampainnya aku di tempat parkir itu, belum sempat aku mendengar jawaban dari k’ades tiba-tiba saja k’andri menarikku dan memperkenalkanku kepada para senior yang semuanya laki-laki, dan tidak ada satupun nama mereka yang aku ingat karna selama perkenalan aku lebih banyak menundukan kepalaku karna mereka semua meledek kedekatanku dengan k’andri yang tanpa k’andri sadari sejak awal aku di tariknya dan di suruh memperkenalkan diriku di hadapan para senior-senior itu k’andri memelukku, sehingga kakak-kakak senior memperhatikan kami dan meledek kami terus…

“nenek kamu belum jemput…” Tanya k’ades kepadaku, lalu dengan spontan k’andri melepaskan pelukannya dariku, dan membuat senior-senior lain memperhatikan kami..

“belum mungkin sebentar lagi kak……”jawabku masih dengan menundukkan kepala

“ya sudah kamu pulang sama kakak aja……….” Jelas k’ades seraya membukakan pintu depan mobilnya menyuruhku masuk

“ayo masuk daripada kamu nunggu nenek, tar kelamaan…..” pinta k’ades, sekilas kulihat k’andri tampak kecewa.

Setelah aku masuk dan k’ades berpamitan pada senior yang lain lalu k’ades mengantarku pulang, sesampainya dirumah aku mengucapkan terimakasih lalu membunyikan bel, tapi tidak ada seorangpun yang keluar lalu aku mencobanya lagi tapi hasilnya tetap sama tidak ada yang membukakan pintu, setelah beberapa menit aku mencoba namun tetap tidak ada yang membuka pintunya dan tanpa kusadari  k’ades daritadi belum masuk rumahnya dan sedang memperhatikan aku, setelah lama mencoba dan sudah 3 kali k’ades mengajakku untuk masuk kerumahnya dan memintaku agar aku menunggu nenek disana saja daripada menunggu sendirian diluar akupun menyerah dan ikut masuk bersama k’ades kerumahnya

“assalamualaikum……………….” salam k’ades dari depan pintu…

Begitu aku masuk di ruang tamunya kulihat ada 2 orang yang sedang bercngkrama entah membicarakan apa? 1 orang perempuan berumur 47an namun masih terlihat cantik, dari penampilan dan wajahnya terlihat sekali kalau wanita itu sering merawat tubuhnya, sementara itu di sampingnya ada 1 orang pria mungkin berumur sekitar 22an sepintas dia mirip sekali dengan k’ades…..

“waalaikumsalam…………..aduh anak mamih sudah pulang yah…….trus itu siapa?….”Tanya perempuan tadi yang ternyata adalah mamihnya k’ades sambil melirik kearahku sementara pria di sampingnya tidak bergeming sama sekali melihat kehadiran ades dan aku tentunya…..

“dia aira mih anak tetangga sebelah, yang baru pindah itu, dia aku ajak kesini soalnya dirumahnya ga ada orang, dan dia ga megang kunci rumah, ga apa-apakan mih….oh iya aira kenalin ini mamih aku, dan yang di sampingnya itu abang aku……………” jelas ades kepada mamihnya dan segera mungkin aku mengulurkan tanganku untuk berkenalan

“saya aira tante……..maaf ya tante kalo saya ganggu…….” ucapku

“saya rani mamihnya ades, kamu ga ganggu kok aira, tante malah seneng kamu main kesini…….tante tadi pikir kalo kamu tuh pacarnya ades, abis baru kali ini si ades bawa temen perempuan kerumah, oh iya ini kenalin anak tante yang paling besar namanya rian…..” jelas  tante rani

Lalu aku berkenalan dengan rian kakaknya ades, selama aku di sana kulihat rian seorang yang pendiam dan sepertinya dia kurang suka dengan sikap ades dan mamihnya karna sedari tadi dia terus memperhatikan ades, saat aku dan dia bersalamanpun dia sama sekali tidak melihat kearahku namun, memperhatikan ades dan tante rani lalu kemudian pergi ke atas mungkin ke kamarnya karna seingatku ades bilang kakaknya tinggal di atas, yang balkonnya bersebelahan dengan kamar atas dirumahku. Hampir satu jam lebih aku berada di rumah ades, dan kemudian nenek menjemputku ke rumah ades, saat kutanya kenapa nenek bisa tau aku berada di rumah k’ades, nenk bilang nenek mendengar suara tawamu, setelah nenek berkenalan dengan tante rani dan mengobrol sebentar dengan tante rani kami berpamitan untuk pulang…..sesampainya dirumah kulihat ada seorang wanita berumur sekitar 59an dengan pakaian yang jelas terlihat sekali kalau orang itu bukan berasal dari kota, saat berkenalan nenek bilang itu adalah bi darsi yang akan menjadi pembantu disini setelah berkenalan nenek lalu menyuruhnya ke kamar yang berada di dekat dapur, sementara itu aku disuruh mandi, setelah mandi dan sholat aku di panggil nenek buat makan siang dan nenek bertanya bagaimana dengan hari pertamaku di sekolah

“biasa-biasa nek ga ada yang istimewa….” Jawabku

lalu setelah kami selesai makan nenek menyuruhku untuk tidur siang kata nenek aku kelihatan capek sekali, setibanya di kamar aku merebahkan diriku di atas kasur, hufh hari pertama yang berat, berat banget rasanya sekolah apalagi besok ketemu dengan nenek sihir itu lagi Hufffhhhhh pasti akan lebih parah nih besok siksaan yang bakalan aku terima

“coba, aja kalo besok nenek ga mau pergi ke Jakarta sama bi darsi dan aku ga di tinggal sendirian dirumah aku pasti ga akan mau masuk sekolah BE….TEEEEEEEEEEE…..!!!!!! “ keluhku dalam hati

Tak lama kemudian akupun tertidur………..tepat pukul 15.00 jam weker di kamarku berdering, kemudian aku bangun lalu aku berjalan ke arah wastafel samping kamar mandi di situ aku  cuci muka, sekilas kulihat dari luar jendela halaman belakang begitu sepi, lalu aku teringat akan pemandangan balkon kamar atas, kamar favoritku, sesegera mungkin aku berjalan keluar lalu menaiki tangga dan aku berlari ke arah balkon…” sejuknya….” Ucapku dalam hati

“cantik………..” kudengar suara seseorang, dan  suara itu adalah suara laki-laki, sehingga aku secepat mungkin menolehkan wajahku mencari asal suara itu, dan saat aku melihat ke balkon sebelah kulihat sesosok orang yang ku kenal.

“k’rian…………” aku kaget melihatnya “kenapa dia bisa ada di sana, sebaiknya aku masuk, mungkin percakapan yang akan berlangsung nanti akan membosankan, karna yang memulai pasti aku, dan pasti aku tidak akan di anggap ada olehnya seperti tadi saat kami pertama kenalan dia sama sekali tidak menoleh ke arahku ” ucapku dalam hati, namun saat aku akan berbalik untuk pergi rian berbicara kepadaku.

“kamu airakan…yang tadi siang ke rumah, pasti kamu sedang melihat pemandanga      n,indah bukan?” Tanya rian kepadaku

“iya kak, indah!!….” Jawabku

“kamu pindahan darimana ? “ Tanya rian lagi kepadaku

“ Jakarta kak……? “ jawabku

“ kenapa pindah kesini!  Jakartakan kota besar, bukankah lebih menyenangkan tinggal disana daripada disini ?? “ Tanya rian lagi

“ gak selamanya besar itu menyenangkan, yang lebih menyenangkan dan patut di pertahankan adalah kenangan apa yang ada di kota tersebut dan dampaknya bagi kita “ jawabku

“betul…ucapanmu memang betul” timpal rian kepadaku, yang tanpa kusadari membuatku tertarik dengan pesona kedewasaannya namun, entah kenapa aku merasa dia murung dan sangat kesepian “tapi apakah kenangan itu patut untuk dipertahankan jika ia menyakitkan dan membuat kita menderita, dan apakah kita sanggup selalu hidup dalam kenangan yang bahkan kenangan itu sendiri tidak ingin berada dalam ingatan kita” jelas rian lagi. Mendengar kata-kata rian aku jadi teringat dengan diriku “ apakah benar jakarta adalah kota yang patut untuk dkenang, lalu apa yang akan ku kenang. Apa ketidakpedulian ayah atau ibu terhadap aku, nenek dan kakak-kakakkku ? atau sikap tidak pedulinya kakak-kakakku terhadap kehadiranku sebagai adik mereka ? atau penderitaan nenek dan aku, sehingga aku harus pindah kota karna ejekan teman-temanku atas ketidakmamapuan ayah dan ibuku dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga mereka ? yang mana yang harus kuingat dan tinggal dalam benakkku aku sungguh-sungguh tak tahu ” pikirku dalam hati, dan tiba-tiba aku menitikkan air mata dan aku memalingkan wajahku dari rian karna aku takut ketahuan sedang manangis, lalu aku pemit masuk seraya berjalan pergi “aku masuk dulu ya kak, takut nenek nyariin “ jawabku langsung menutup jendela dan pergi masuk.

Malamnya saat aku dan nenek sedang makan malam, nenek membicarakan hal yang membuatku kaget dan tidak lagi berselera untuk memakan makanan yang ada di meja. Setelah makan malam selesai aku kembali ke kamar dan aku memikirkan kembali kata-kata nenek “ aira..tadi ayahmu telpon, katanya dia akan membawa kita tinggal di jepang, dia sudah minta maaf kepada nenek dan minta nenek untuk membujukmu agar mau tinggal disana, disana juga ada kakak-kakakmu, kamukan juga bisa meneruskan sekolahmu disana, kata ayahmu sekolah desain disana bagus lebih bagus daripada disini. Bagaimana menurutmu ?” jelas nenek kepadaku, yang kujawab dengan tundukan kepala dan kebisuan.

“ hah…kepalaku pening sekali ?” keluhku dalam hati “ sebaiknya aku tidur lebih awal ” kurebahkan kepalaku diatas bantal Winnie kesukaanku dan ku tindih lagi menggunakan guling agar tidak terasa terlalu pening.

“aira…..aira sayang…………..” tiba-tiba kudengar seseorang memanggilku, mungkin itu nenek pikirku………..”aira….aira sayang……..” panggil suara itu lagi

“iya nek….nenek dimana……..” jawabku seraya mencari asal suara itu, tapi aku tidak menemukan seorang pun, aneh kenapa aku berada di rumah lamaku…..rumah yang aku dan nenek ingin lupakan, rumah yang penuh kenangan menyakitkan….”aira, aira sayang……….” Suara itu muncul lagi, tapi aku tidak melihat seorangpun…..”nek, nenek dimana…..nek, jangan buat aira khawatir….nenek dimana….” Entah kenapa tiba-tiba aku merasa takut, takut akan kehilangan nenek……………..namun, tiba-tiba ada seseorang yang memelukku dengan erat bahkan sangat erat sehingga aku sulit untuk bernafas, lalu aku mulai hilang kesadaran karna pelukannya sangat erat sehingga membuatku sesak nafas dan tiba-tiba “aira…aira bangun, ini nenek sayang !! aira…aira “ suara nenek membangunkanku, dan seketika itu juga aku memeluknya dengan erat dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan nenek, namun nenek tidak bertanya apapun. Dalam diamnya nenek dan tangisku aku semakin sadar, sekarang hanya ada nenek…nenek…dan nenek dalam hidupku dan keseharianku dan aku tidak akan menyia-nyiakannya karna aku tidak ingin menyesal akhirnya. “Nenek…nenek, kalau nenek ingin tinggal di jepang bersama ayah, aku akan ikut..asalakan nenek tetap bersamaku apapun yang terjadi??”jelasku sambil berusaha menenangkan diri, aku sadar pasti dalam hati nenek….nenek sangat merindukan ayah, anak satu-satunya nenek. “ terima kasih aira…nenek sangat menyayangimu…” jawab nenek. Malam itu kami menangis dan meluapkan semuanya, marah, benci dan dendam akan kutinggalkan di kota ini demi nenek. Menjelang subuh kami menyiapkan semuanya, keperluan kami selama di perjalanan dan selama tinggal di jepang nanti. Karna ayah telah menyiapkan semua keperluan kami di jepang jadi kami hanya di suruh membawa pakaian dan hal-hal yang diperlukan saja. Menjelang tengah hari kami sudah selesai menyiapkan semuanya dan akan bersiap-siap ke airport tiba-tiba “aira” panggil ades dari samping pelataran depan “ini, ada sesuatu untuk kamu, tolong dibuka di airport yah…selamat jalan” dia memberikanku kado berbungkus hati berwarna merah, lalu dia menyalamiku dan berbisik “hati-hati di pesawat dan di jepang “ setelah itu pergi masuk kedalam rumahnya.

Sesampainya di airport aku membuka kado yang diberikan ades untukku,aku sangat terkejut karna kado itu berisi fortofolio foto-fotoku mulai dari saat aku baru pertama datang ke sukabumi dan saat aku di ospek sampai kemarin saat aku berada di balkon bersama dengan rian,  dan ada kata-kata dibalik halaman belakangnya.

Aira…kau adalah senyum awal

Kau bagai cahaya matahari

Menerangi relung kesuramanku

Aira….kau adalah kancil

Ceria yang membawa senyuman

Dimana kau ada, disitulah

Benang senyum itu

Terhias……….

Selamat jalan

Sulamanku

Kancilku yang akan kuingat…..

Kumasukkan kembali fortofolio itu ke kotaknya, dan aku berjalan kearah pengecekan tiket dengan senyuman, senyuman yang sangat lebar “ terima kasih ka’ ades, peranmu akan selalu kuingat” ucapku dalam hati.

SELESAI

AIRA………..

Namaku adalah Aira, dan aku adalah anak terakhir dari empat bersaudara.

aku mempunyai dua orang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan, aku terlahir bukan dari keluarga yang utuh atau biasa di kenal dengan keluarga yang harmonis, ayah dan ibuku sudah lama bercerai tepatnya sejak aku masih berumur 8 tahun. Kata ayah perceraian itu di sebabkan oleh keegoisan ibuku yang tidak mau mengalah dengan nenekku, tapi menurutku itu adalah satu dari seribu alasan agar dia tidak di salahkan atas perceraian yang terjadi sehingga memisahkan aku dengan ibuku juga dengan kakak-kakakku….. Sedangkan nenekku, beliau adalah wanita hebat dan satu-satunya orang yang kutahu ada dalam hidupku dan menjadi sandaranku ketika kubutuh juga menjadi penghibur setiap dukaku, nenekku mempunyai usaha konveksi, beliau mempunyai perusahaan pakaian terkenal yang telah beliau rintis sejak aku masih dalam kandungan ……..

Dan kisahku berawal dari sini dari kota ini, kota baru dimana aku dan nenekku tinggal sekarang, kota yang bernama Sukabumi.

“Aira sayang kapan kamu akan membereskan barang-barang bawaanmu……kan sudah 2 hari kita tinggal disini “….tanya nenek dari kamarnya

“Iya ne, nanti akan aira rapikan semuanya, soalnya aira masih bingung mau milih kamar yang mana…..” jawabku dari dalam kamar kedua dekat tangga….dirumah ini ada 4 kamar….yang pertama adalah kamar utama yang nenek tempati tepat di depan ruang tamu, yang ke-2 berada persis di sebelah kamar nenek dimana nenek mau aku untuk menempatinya, biar kalo ada apa-apa bisa langsung panggil nenek katanya. Sedangkan kamar ke-3 adalah kamar dimana aku berada sekarang, kamar ini terletak di lantai dua rumah ini di lantai ini cuma ada 1 kamar dan pemandangan balkonnya begitu luar biasa indahnya karna begitu kita melihat keluar maka kita akan melihat pegunungan dan persawahan yang begitu asri, tapi ada satu masalah yaitu balkon ini berada tepat di samping balkon rumah sebelah yang hanya di batasi tembok setinggi betisku sedangkan tempuh dari kamar sebelah dengan kamar ini jaraknya cuma 1 meter, dan selama 2 hari aku tinggal di rumah ini aku belum pernah bertemu dengan penghuninya, dan kamar terakhir atau kamar ke-4 berada di belakang dekat dapur, kata nenek itu buat bi Darsi, pembantu yang akan tinggal disini nantinya.

“Aira ayo cepat…..biar nenek bantu kamu beres-beres….”kata nenek yang tiba-tiba sudah berada di belakangku.

“iya ne, tapi aira lagi bingung nih milih kamar yang mana, abis kamar ini pemandangannnya indah banget sih…..” jawabku sambil memeluk nenek… ”nenek tolong bantuin Aira buat milih ya….” pintaku

“Aira di kamar bawah aja ya sayang soalnya kamukan kalo malem-malem suka takut kalo tidur sendiri, jadi kalo kamu takut kamu tinggal pindah ke kamar nenek, masalah pemandangan kamukan bisa kapan aja kesini soalnya kamar inikan ga ada yang nempatin..” ucap nenek sambil memegang tanganku……

“ya udah deh…………” jawabku.

Setelah aku setuju untuk menempati kamar ke-2 yang berada tepat di sebelah nenek kami berduapun turun ke bawah lalu merapikan barang-barang yang berada di dalam koper yang sudah dua hari tidak terjamah ke dalam lemari dan juga menata semua buku-buku dan foto-foto yang ada dan membersihkan kamar tersebut, setelah selesai kami berdua sholat dzuhur berjamaah, lalu sorenya aku dan nenek duduk di halaman belakang sambil minum teh dan makan kue buatan nenek, dari dulu aku sangat menyukai kue buatan nenek apalagi saat lebaran, saat-saat dimana nenek harusnya bahagia karna kehadiran anaknya yaitu ayahku dan ketiga kakakku, tapi cuma ada aku yang manyalami nenek dan menanti kuenya……..

“Assalamualaikummmmm………………..” suara bel dari pintu depan berbunyi, bel di rumah ini adalah ucapan salam berbeda dengan bunyi bel biasanya tapi aku menyukainya…

“Aira tolong lihat siapa yang datang ya sayang……” seru nenek sambil meminum tehnya

“iya ne, sebentar aira lihat ke depan ya……………….” Jawabku seraya berdiri lalu berjalan kearah pintu depan, dan membukanya. Disana kulihat berdiri seorang laki-laki muda kira-kira seumuran denganku sedang membawa rantang makanan……

“selamat sore…” sapanya sambil tersenyum….” perkenalkan nama saya Ades, saya anak tetangga sebelah ” jawabnya sambil menjulurkan tangan mengajak berkenalan.

“sore….saya aira, ada perlu apa ya !” jawabku seraya membalas jabatan tangannya….

“ kamu tetangga baru disinikan, ini ada sedikit makanan sebagai ucapan selamat datang dari Mamih aku…..” ucapnya seraya menyodorkan rantang yang ia bawa…….

“oh….terima kasih ya….kamu mau masuk dulu ada nenekku di dalam…..” ucapku terburu-buru sambil menaruh rantang ke lantai saking beratnya, mungkin makanan buat se-kampung keluhku dalam hati…..

“kenapa ? berat ya… sini biar aku bantu bawain….oh iya maaf ya mamihku emang gitu kalo ada tetangga baru pasti buru-buru masak yang macem-macem, padahalkan orang lain belum tentu suka masakannya…” tanya ades seraya membantuku membawa rantang tersebut ke dapur

“siapa…a…aira sayang….” Teriak nenek dari halaman belakang….

“sebentar ya, aku ke nenekku dulu…oh iya taruh aja rantangnya di meja itu” ucapku seraya berjalan ke arah halaman belakang

“anaknya tetangga sebelah ne, namanya ades dia disuruh ibunya buat nganterin makanan buat kita katanya buat ngucapin selamat datang, sekarang dia lagi di dapur tuh lagi bawain rantangnya, oh iya rantangnya berat banget ne, aira aja sampe ga kuat nggangkatnya…….” Jawabku sambil duduk dan makan kue buatan nenek

“tetangga yang di sebelah mana aira…..” Tanya nenek sambil berjalan ke arah dapur

“aira ga tau ne !!……” jawabku seraya berteriak

“dasar anak ini orang ada tamu kok malah di tinggal…..” oceh nenek dari dalam rumah, dan tak lama kemudian nenek kembali sambil mengajak ades minum bersama kami………

“silahkan duduk nak, anggap aja rumah sendiri ga usah sungkan-sungkan………..” ucap nenek sambil memberiku isyarat untuk menyuruhku menemaninya ngobrol selama nenek membuatkan minuman untuknya…….

“silahkan dimakan kuenya, ini kue buatan nenek loh kamu pasti suka……” tawarku

“iya terimakasih…..oh iya kamu cuma berdua aja sama nenek kamu ?” tanyanya

“iya, cuma nenek dan aira saja yang tinggal disini……kalo ades tinggal sama siapa ?….trus rumahnya yang sebelah mana ? kok mamahnya ga sekalian di ajak kesini ? ” Tanyaku panjang dan lebar

“oooh…..ades tinggal sama mamah dan kakak, kakak ades juga laki-laki namanya rian dia kuliah di Bandung…sementara papah tinggal di Jakarta, soalnya beliau tugas disana dan setiap lebaran kami sekeluarga berkumpul di Jakarta buat nemenin papah…..mamah sekarang ga bisa ikut soalnya harus balik lagi ke bandung ngurusin kostannya k’rian, soalnyakan sekarang k’rian semester akhir jadi dia lagi cari kostan yang deket sama kampus biar ga susah-susah katanya, oh iya rumah ades yang balkonnya bersebelahan dengan balkon kamar atas rumah ini nek “ terang ades yang tanpa sadar membuatku terkejut

“tapi itu bukan kamar ades tapi kamarnya k’rian, oh iya nek udah sore nih ades pamit pulang dulu ya soalnya dirumah ga ada orang “ cerita ades panjang lebar yang di akhiri dengan berpamitan pulang.

Setelah ades berpamitan pulang, malemnya kami membicarakannya dan nenek memuji-mujinya katanya ades anaknya sopan dan baik, lalu nenek bertanya kepadaku bagaimana kesanku terhadapnya, lalu ku jawab dengan cuek lumayan baik buat orang yang baru kenalan, dan mendengar jawabanku yang terkesan cuek nenek hanya tersenyum, setengah jam kami mengobrol lalu tepat pukul 20.00 kamipun menyudahi pembicaraan dan pergi tidur. Paginya nenek dan aku sibuk mempersiapkan perlengkapan sekolahku, setelah itu nenek mengantarku ke sekolah, ini adalah hari pertamaku ke sekolah dan ini adalah hari pertamaku menjadi siswi SMU……Sesampainya di depan gerbang aku turun dan berpamitan kepada nenek, dan dengan berat hati aku melangkahkan kakiku menuju ke halaman sekolah..

”hufh ospek!!! hari-hari yang paling ku benci ketika pertama kali masuk sekolah adalah OSPEK, karna ospek bagiku adalah suatu kesalahan…“ eluhku dari dalam hati

“heh….kamu…………………” tiba-tiba ku dengar suara orang berteriak ke arahku, seketika aku menoleh kulihat siswa dengan seragam SMU sedang menghampiriku

“kamu anak barukan ngapain masih disini….udah telat masih enak-enakan aja disini….sini kamu ikut aku… ”dengan raut wajah galak dia menarikku ke arah lapangan, kulihat disana ada beberapa senior lain yang juga sedang melihat ke arahku….sementara di tengah-tengah lapangan kulihat siswa dan siswi lain sedang di hukum mungkin karna telat juga sepertiku, sesampainya di depan para senior aku di suruh memperkenalkan diri….

“nama saya aira kak..”ucapaku sambil menundukkan kepala

“siapa yang suruh kamu nunduk…emangnya di bawah ada uang……” bentak seorang senior perempuan kepadaku sehingga membuatku terperanjat dan di tertawakan oleh senior juga para junior-junior sepertiku…….

“nama saya aira kak….” Jelasku lagi

“aira….” Tiba-tiba ada yang memanggilku dan di saat aku menoleh kulihat ades sedang mendekatiku

“kamu sekolah disini…..” tanyanya lagi

“iya des…..kamu sekolah disini juga” tanyaku

“heh songong banget lo yach manggil ades ga pake sebutan kakak……” bentak senior perempuan tadi

“emangnya lo kenal sama dia des, kenal dimana “ tanya kakak tersebut kepada ades tapi dengan nada bicara yang lembut, berbeda sekali dengan saat ia bertanya kepadaku seperti majikan yang sedang mengomeli pembantunya…

“iya, baru aja kemaren kenalan…..” jelas ades

“oh iya jangan keterlaluan ngerjain dia ya kasian…” pinta ades kepada para senior

“aira..” panggil ades

“iya des…..upppssss maaf!!! iya kak ades, ada apa?…..” jawabku kulihat kakak senior perempuan tadi melihatku sambil memelototkan matanya sehingga membuatku menundukkan kepala….

“ntar kalo mau pulang bilang sama aku dulu ya biar kita sama-sama pulangnya…”

pinta ades kepadaku sehingga membuat semua senior melihat ke arahku, mungkin mereka penasaran dengan jawabanku..

“oh ga usah kak aku di jemput nenek kok…..tapi terima kasih ya kak …” jawabku lalu aku segera menunduk lagi bukan karna aku takut melihat reaksi k’ades tapi karna aku takut melihat reaksi kakak senior perempuan itu……….

“ya sudah ga apa-apa kamu hati-hati ya kalo ada apa-apa kamu bisa minta tolong k’andri buat bantu kamu atau kamu panggil kakak aja, kakak ada di ruang sekretariat …” jelas k’ades seraya memperkenalkan k’andri, dia adalah kakak senior yang pertama kali membawaku ke sini.

“iya kak terimakasih “ jawabku…..

Setelah k’ades pergi aku habis-habisan di kerjain oleh senior wanita yang super galak yang sedari awal telah menindasku, dan seperti semenjak k’andri membawaku kehadapannya aku adalah sasaran empuk baginya……sementara kakak-kakak senior lain memintanya untuk tidak keterlaluan terhadapku, tapi sikapnya terhadapku malah semakin menjadi-jadi…….sampai tiba waktunya pulang…..aku sangat bersyukur akhirnya aku terbebas dari penyiksaan para buruh terutama aku………..setelah bel berbunyi aku segera berlari kearah pintu gerbang, aku takut bertemu dengan nenek sihir yang menyamar jadi senior itu pikirku dalam hati. Lalu aku menunggu nenek di depan gerbang, sudah sekitar satu jam aku berdiri disini tapi nenek belum juga dating, mungkin macet di jalan pikirku, dari kejauhan kudengar seseorang memanggilku saat aku menoleh kulihat k’ades dan para senior lainnya sedang berada di palataran parkir dan disana juga ada k’andri, sesaat kemudian k’andri menghampiriku dan menarikku ke arah tempat parkir, sejak tadi pagi ini sudah kedua kalinya kak andri menarikku dan memaksaku untuk mengikutinya..

“kakak tadi manggil aira ??” ucapku kepada k’ades sesampainnya aku di tempat parkir itu, belum sempat aku mendengar jawaban dari k’ades tiba-tiba saja k’andri menarikku dan memperkenalkanku kepada para senior yang semuanya laki-laki, dan tidak ada satupun nama mereka yang aku ingat karna selama perkenalan aku lebih banyak menundukan kepalaku karna mereka semua meledek kedekatanku dengan k’andri yang tanpa k’andri sadari sejak awal aku di tariknya dan di suruh memperkenalkan diriku di hadapan para senior-senior itu k’andri memelukku, sehingga kakak-kakak senior memperhatikan kami dan meledek kami terus…

“nenek kamu belum jemput…” Tanya k’ades kepadaku, lalu dengan spontan k’andri melepaskan pelukannya dariku, dan membuat senior-senior lain memperhatikan kami..

“belum mungkin sebentar lagi kak……”jawabku masih dengan menundukkan kepala

“ya sudah kamu pulang sama kakak aja……….” Jelas k’ades seraya membukakan pintu depan mobilnya menyuruhku masuk

“ayo masuk daripada kamu nunggu nenek, tar kelamaan…..” pinta k’ades, sekilas kulihat k’andri tampak kecewa.

Setelah aku masuk dan k’ades berpamitan pada senior yang lain lalu k’ades mengantarku pulang, sesampainya dirumah aku mengucapkan terimakasih lalu membunyikan bel, tapi tidak ada seorangpun yang keluar lalu aku mencobanya lagi tapi hasilnya tetap sama tidak ada yang membukakan pintu, setelah beberapa menit aku mencoba namun tetap tidak ada yang membuka pintunya dan tanpa kusadari  k’ades daritadi belum masuk rumahnya dan sedang memperhatikan aku, setelah lama mencoba dan sudah 3 kali k’ades mengajakku untuk masuk kerumahnya dan memintaku agar aku menunggu nenek disana saja daripada menunggu sendirian diluar akupun menyerah dan ikut masuk bersama k’ades kerumahnya

“assalamualaikum……………….” salam k’ades dari depan pintu…

Begitu aku masuk di ruang tamunya kulihat ada 2 orang yang sedang bercngkrama entah membicarakan apa? 1 orang perempuan berumur 47an namun masih terlihat cantik, dari penampilan dan wajahnya terlihat sekali kalau wanita itu sering merawat tubuhnya, sementara itu di sampingnya ada 1 orang pria mungkin berumur sekitar 22an sepintas dia mirip sekali dengan k’ades…..

“waalaikumsalam…………..aduh anak mamih sudah pulang yah…….trus itu siapa?….”Tanya perempuan tadi yang ternyata adalah mamihnya k’ades sambil melirik kearahku sementara pria di sampingnya tidak bergeming sama sekali melihat kehadiran ades dan aku tentunya…..

“dia aira mih anak tetangga sebelah, yang baru pindah itu, dia aku ajak kesini soalnya dirumahnya ga ada orang, dan dia ga megang kunci rumah, ga apa-apakan mih….oh iya aira kenalin ini mamih aku, dan yang di sampingnya itu abang aku……………” jelas ades kepada mamihnya dan segera mungkin aku mengulurkan tanganku untuk berkenalan

“saya aira tante……..maaf ya tante kalo saya ganggu…….” ucapku

“saya rani mamihnya ades, kamu ga ganggu kok aira, tante malah seneng kamu main kesini…….tante tadi pikir kalo kamu tuh pacarnya ades, abis baru kali ini si ades bawa temen perempuan kerumah, oh iya ini kenalin anak tante yang paling besar namanya rian…..” jelas  tante rani

Lalu aku berkenalan dengan rian kakaknya ades, selama aku di sana kulihat rian seorang yang pendiam dan sepertinya dia kurang suka dengan sikap ades dan mamihnya karna sedari tadi dia terus memperhatikan ades, saat aku dan dia bersalamanpun dia sama sekali tidak melihat kearahku namun, memperhatikan ades dan tante rani lalu kemudian pergi ke atas mungkin ke kamarnya karna seingatku ades bilang kakaknya tinggal di atas, yang balkonnya bersebelahan dengan kamar atas dirumahku. Hampir satu jam lebih aku berada di rumah ades, dan kemudian nenek menjemputku ke rumah ades, saat kutanya kenapa nenek bisa tau aku berada di rumah k’ades, nenk bilang nenek mendengar suara tawamu, setelah nenek berkenalan dengan tante rani dan mengobrol sebentar dengan tante rani kami berpamitan untuk pulang…..sesampainya dirumah kulihat ada seorang wanita berumur sekitar 59an dengan pakaian yang jelas terlihat sekali kalau orang itu bukan berasal dari kota, saat berkenalan nenek bilang itu adalah bi darsi yang akan menjadi pembantu disini setelah berkenalan nenek lalu menyuruhnya ke kamar yang berada di dekat dapur, sementara itu aku disuruh mandi, setelah mandi dan sholat aku di panggil nenek buat makan siang dan nenek bertanya bagaimana dengan hari pertamaku di sekolah

“biasa-biasa nek ga ada yang istimewa….” Jawabku

lalu setelah kami selesai makan nenek menyuruhku untuk tidur siang kata nenek aku kelihatan capek sekali, setibanya di kamar aku merebahkan diriku di atas kasur, hufh hari pertama yang berat, berat banget rasanya sekolah apalagi besok ketemu dengan nenek sihir itu lagi Hufffhhhhh pasti akan lebih parah nih besok siksaan yang bakalan aku terima

“coba, aja kalo besok nenek ga mau pergi ke Jakarta sama bi darsi dan aku ga di tinggal sendirian dirumah aku pasti ga akan mau masuk sekolah BE….TEEEEEEEEEEE…..!!!!!! “ keluhku dalam hati

Tak lama kemudian akupun tertidur………..tepat pukul 15.00 jam weker di kamarku berdering, kemudian aku bangun lalu aku berjalan ke arah wastafel samping kamar mandi di situ aku  cuci muka, sekilas kulihat dari luar jendela halaman belakang begitu sepi, lalu aku teringat akan pemandangan balkon kamar atas, kamar favoritku, sesegera mungkin aku berjalan keluar lalu menaiki tangga dan aku berlari ke arah balkon…” sejuknya….” Ucapku dalam hati

“cantik………..” kudengar suara seseorang, dan  suara itu adalah suara laki-laki, sehingga aku secepat mungkin menolehkan wajahku mencari asal suara itu, dan saat aku melihat ke balkon sebelah kulihat sesosok orang yang ku kenal.

“k’rian…………” aku kaget melihatnya “kenapa dia bisa ada di sana, sebaiknya aku masuk, mungkin percakapan yang akan berlangsung nanti akan membosankan, karna yang memulai pasti aku, dan pasti aku tidak akan di anggap ada olehnya seperti tadi saat kami pertama kenalan dia sama sekali tidak menoleh ke arahku ” ucapku dalam hati, namun saat aku akan berbalik untuk pergi rian berbicara kepadaku.

“kamu airakan…yang tadi siang ke rumah, pasti kamu sedang melihat pemandanga      n,indah bukan?” Tanya rian kepadaku

“iya kak, indah!!….” Jawabku

“kamu pindahan darimana ? “ Tanya rian lagi kepadaku

“ Jakarta kak……? “ jawabku

“ kenapa pindah kesini!  Jakartakan kota besar, bukankah lebih menyenangkan tinggal disana daripada disini ?? “ Tanya rian lagi

“ gak selamanya besar itu menyenangkan, yang lebih menyenangkan dan patut di pertahankan adalah kenangan apa yang ada di kota tersebut dan dampaknya bagi kita “ jawabku

“betul…ucapanmu memang betul” timpal rian kepadaku, yang tanpa kusadari membuatku tertarik dengan pesona kedewasaannya namun, entah kenapa aku merasa dia murung dan sangat kesepian “tapi apakah kenangan itu patut untuk dipertahankan jika ia menyakitkan dan membuat kita menderita, dan apakah kita sanggup selalu hidup dalam kenangan yang bahkan kenangan itu sendiri tidak ingin berada dalam ingatan kita” jelas rian lagi. Mendengar kata-kata rian aku jadi teringat dengan diriku “ apakah benar jakarta adalah kota yang patut untuk dkenang, lalu apa yang akan ku kenang. Apa ketidakpedulian ayah atau ibu terhadap aku, nenek dan kakak-kakakkku ? atau sikap tidak pedulinya kakak-kakakku terhadap kehadiranku sebagai adik mereka ? atau penderitaan nenek dan aku, sehingga aku harus pindah kota karna ejekan teman-temanku atas ketidakmamapuan ayah dan ibuku dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga mereka ? yang mana yang harus kuingat dan tinggal dalam benakkku aku sungguh-sungguh tak tahu ” pikirku dalam hati, dan tiba-tiba aku menitikkan air mata dan aku memalingkan wajahku dari rian karna aku takut ketahuan sedang manangis, lalu aku pemit masuk seraya berjalan pergi “aku masuk dulu ya kak, takut nenek nyariin “ jawabku langsung menutup jendela dan pergi masuk.

Malamnya saat aku dan nenek sedang makan malam, nenek membicarakan hal yang membuatku kaget dan tidak lagi berselera untuk memakan makanan yang ada di meja. Setelah makan malam selesai aku kembali ke kamar dan aku memikirkan kembali kata-kata nenek “ aira..tadi ayahmu telpon, katanya dia akan membawa kita tinggal di jepang, dia sudah minta maaf kepada nenek dan minta nenek untuk membujukmu agar mau tinggal disana, disana juga ada kakak-kakakmu, kamukan juga bisa meneruskan sekolahmu disana, kata ayahmu sekolah desain disana bagus lebih bagus daripada disini. Bagaimana menurutmu ?” jelas nenek kepadaku, yang kujawab dengan tundukan kepala dan kebisuan.

“ hah…kepalaku pening sekali ?” keluhku dalam hati “ sebaiknya aku tidur lebih awal ” kurebahkan kepalaku diatas bantal Winnie kesukaanku dan ku tindih lagi menggunakan guling agar tidak terasa terlalu pening.

“aira…..aira sayang…………..” tiba-tiba kudengar seseorang memanggilku, mungkin itu nenek pikirku………..”aira….aira sayang……..” panggil suara itu lagi

“iya nek….nenek dimana……..” jawabku seraya mencari asal suara itu, tapi aku tidak menemukan seorang pun, aneh kenapa aku berada di rumah lamaku…..rumah yang aku dan nenek ingin lupakan, rumah yang penuh kenangan menyakitkan….”aira, aira sayang……….” Suara itu muncul lagi, tapi aku tidak melihat seorangpun…..”nek, nenek dimana…..nek, jangan buat aira khawatir….nenek dimana….” Entah kenapa tiba-tiba aku merasa takut, takut akan kehilangan nenek……………..namun, tiba-tiba ada seseorang yang memelukku dengan erat bahkan sangat erat sehingga aku sulit untuk bernafas, lalu aku mulai hilang kesadaran karna pelukannya sangat erat sehingga membuatku sesak nafas dan tiba-tiba “aira…aira bangun, ini nenek sayang !! aira…aira “ suara nenek membangunkanku, dan seketika itu juga aku memeluknya dengan erat dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan nenek, namun nenek tidak bertanya apapun. Dalam diamnya nenek dan tangisku aku semakin sadar, sekarang hanya ada nenek…nenek…dan nenek dalam hidupku dan keseharianku dan aku tidak akan menyia-nyiakannya karna aku tidak ingin menyesal akhirnya. “Nenek…nenek, kalau nenek ingin tinggal di jepang bersama ayah, aku akan ikut..asalakan nenek tetap bersamaku apapun yang terjadi??”jelasku sambil berusaha menenangkan diri, aku sadar pasti dalam hati nenek….nenek sangat merindukan ayah, anak satu-satunya nenek. “ terima kasih aira…nenek sangat menyayangimu…” jawab nenek. Malam itu kami menangis dan meluapkan semuanya, marah, benci dan dendam akan kutinggalkan di kota ini demi nenek. Menjelang subuh kami menyiapkan semuanya, keperluan kami selama di perjalanan dan selama tinggal di jepang nanti. Karna ayah telah menyiapkan semua keperluan kami di jepang jadi kami hanya di suruh membawa pakaian dan hal-hal yang diperlukan saja. Menjelang tengah hari kami sudah selesai menyiapkan semuanya dan akan bersiap-siap ke airport tiba-tiba “aira” panggil ades dari samping pelataran depan “ini, ada sesuatu untuk kamu, tolong dibuka di airport yah…selamat jalan” dia memberikanku kado berbungkus hati berwarna merah, lalu dia menyalamiku dan berbisik “hati-hati di pesawat dan di jepang “ setelah itu pergi masuk kedalam rumahnya.

Sesampainya di airport aku membuka kado yang diberikan ades untukku,aku sangat terkejut karna kado itu berisi fortofolio foto-fotoku mulai dari saat aku baru pertama datang ke sukabumi dan saat aku di ospek sampai kemarin saat aku berada di balkon bersama dengan rian,  dan ada kata-kata dibalik halaman belakangnya.

Aira…kau adalah senyum awal

Kau bagai cahaya matahari

Menerangi relung kesuramanku

Aira….kau adalah kancil

Ceria yang membawa senyuman

Dimana kau ada, disitulah

Benang senyum itu

Terhias……….

Selamat jalan

Sulamanku

Kancilku yang akan kuingat…..

Kumasukkan kembali fortofolio itu ke kotaknya, dan aku berjalan kearah pengecekan tiket dengan senyuman, senyuman yang sangat lebar “ terima kasih ka’ ades, peranmu akan selalu kuingat” ucapku dalam hati.

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: